Jumat, 17 April 2020

Membuat Hotspot WiFi dari Laptop

Langganan paket data selular sudah habis tapi jaringan internet di kantor cuma bisa diakses lewat Laptop atau komputer.

Sharing internet dari laptop ke handphone bisa jadi solusinya, meskipun handphone tidak bisa tersambung ke WiFi milik kantor.

Caranya begini :

Dari laptop yang terkoneksi jaringan internet, buat koneksi wireless baru yang akan dipakai sebagai hotspot.
Jalankan program Command Prompt dengan priviledge Administrator. (klik kanan "Run as Administrator")



Ketik perintah : netsh wlan start hostednetwork



Kemudian akan muncul koneksi baru, cek pada program Network and Sharing Center. Control Panel - Network and Sharing Center



Sharing koneksi internet dari LAN ke wireless yang baru terbentuk pada Network Connection
klik kanan kemudian pilih Properties pada item LAN adapter (yang terhubung internet)



Aktifkan kedua opsi Internet Connection Sharing, kemudian pilih Wireless adapter yang terbentuk dari hosted network/koneksi wireless baru.



Misal, nama hotspot adalah "Hotspotku" dengan password "1234abcd"
ketik perintah berikut :

netsh wlan set hostednetwork ssid="Hotspotku"
netsh wlan set hostednetwork key="1234abcd"

kemudian start ulang dengan mengetik netsh wlan start hostednetwork



Nah, sekarang bisa dicoba sambung akses wifi tersebut dari handphone, laptop, atau perangkat lain yang memiliki wifi adapter.

Untuk mematikan akses wifi, ketik perintah

netsh wlan stop hostednetwork

Untuk melihat MAC Address perangkat apa saja yang terhubung, ketik perintah

netsh wlan show hosted network

Apabila ingin menghapus semua setting wifi yang terbuat, dapat dilakukan dengan menghapus registry. Ketik regedit pada program Run (Accessories - Run)


Hapus folder parameter HostedNetworkSetting,
HKEY_LOCAL_MACHINE - SYSTEM - CurrentControlSet - services - Wlansvc - Parameters - HostedNetworkSettings


kemudian restart laptop untuk melihat hasilnya.

Selamat mencoba.

Membuat log file .CSV pada HMI SIEMENS WinCC Flexible

Kali ini saya  akan menunjukkan contoh membuat file logging dalam format .CSV yang akan dikeluarkan dari software HMI Siemens WinCC Flexible.

Logging file tersebut dapat berisi time stamp pengambilan data dan beberapa tag yang dapat di-record dalam file logging.

Format file .CSV akan dapat dibuka menggunakan program spreadsheet seperti Microsoft Office Excel.
Contoh berikut menggunakan simulasi internal tag pada WinCC Flexible Runtime PC dan generate file .CSV diaktifkan dari fitur Script.


Dim logFile, fileTemp, targetFile, DataSetup

Set logFile = CreateObject("Scripting.FileSystemObject")

'buat variabel string untuk nama file

'misalkan: "Log_2019-04-12.csv disimpan di drive C:\LOGS\"

SmartTags("Log_FileName") = "C:\LOGS\Log_" & CStr(DatePart("yyyy",Date)) & "-" & CStr(DatePart("m",Date)) & "-" & CStr(DatePart("d",Date)) & ".csv"

'susun data yang akan dicatat

DataSetup = CStr(Now) & "," & CStr(SmartTags("Tag_value"))

'cek apakah file sudah tersedia

'Bila tidak ada, maka buat file baru dan tulis data baris pertama

'Bila ada, maka lanjutkan

If Not logFile.FileExists(SmartTags("Log_FileName")) Then

logFile.CreateTextFile SmartTags("Log_FileName")

Set fileTemp = logFile.GetFile(SmartTags("Log_FileName"))

Set targetFile = fileTemp.OpenAsTextStream(8, -2)

targetFile.WriteLine "Waktu , Nilai"

targetFile.WriteLine DataSetup

targetFile.Close

Else

Set fileTemp = logFile.GetFile(SmartTags("Log_FileName"))

Set targetFile = fileTemp.OpenAsTextStream(8, -2)

targetFile.WriteLine DataSetup

targetFile.Close

End If

Set targetFile = Nothing

Set fileTemp = Nothing

Set logFile = Nothing

Nilai dari internal tag Tag_value diinput melalui IO Field dan pencatatan pada logging file dilakukan setelah menekan Button SAVE. Logging file akan tersimpan pada drive direktori komputer C:/Logs, tentu saja target penyimpanan ini dapat diubah sesuai yang ada pada script.

contoh program lengkap dapat diunduh pada tautan berikut :

http://bit.ly/2Ik1UtW

Rabu, 30 Mei 2012

AbuThalhah dan Rumaisah

Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat nabi yang amat beruntung karena kehidupan keluarganya yang sakinah. Isterinya yang bernama Rumaisah atau lebih dikenal dengan Ummu Sulaim bukan hanya cantik dan menggairahkan, tapi juga shalehah dan cerdas. Dikaruniai seorang anak dari Allah SWT melengkapi kebahagiaan keluarga ini.

Namun demikian, selalu kumpul di rumah untuk selalu menikmati kebahagiaan tidaklah mungkin. Seorang suami harus keluar dari rumah untuk mencari nafkah yang juga menjadi tanggungjawab dan bukti cintanya kepada keluarga. Bahkan dalam situasi yang mendesak ia tetap harus lakukan hal itu.

Suatu ketika anak semata wayang yang mereka cintai jatuh sakit, sementara Abu Thalhah harus keluar rumah untuk mencari nafkah dan bila tidak keluar rumah, ia tidak mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Karenanya, meskipun terasa berat ia tetap pergi untuk melaksanakan kewajibannya itu.

Ketika sore hari, anaknya yang sakit akhirnya meninggal dunia. Duka amat dalam dirasakan oleh Rumaisah, ia pun mengucurkan air mata sampai terasa sudah habis bersama kesedihannya yang juga demikian. Hari sudah mendekati malam yang berarti suaminya segera pulang, ia tidak ingin suaminya pulang yang dalam keadaan lelah harus berhadapan dengan kesedihan yang dalam dan tidak menyenangkan.

Untuk menyambut suaminya pulang, Ummu Sulaim memindahkan jenazah anak yang dicintainya itu ke kamar khusus, ia pun menutupi wajahnya yang sedih dengan sedikit bersolek dan siap menyambut kepulangan suaminya malam itu dengan wajah gembira seperti tidak ada masalah.

Kepulangan Abu Thalhah betul-betul disambut dengan gembira, saat ia bertanya tentang keadaan anaknya, ia pun menjawab bahwa sang anak sedang beristirahat, bahkan lebih tenang dari biasanya. Abu Thalhah tentu merasa bersyukur. Makan malam yang lezat sudah dihidangkan oleh isteri yang amat dicintainya, bahkan sesudah makan malam selesai, sang isteri dengan wajahnya yang bersinar, bahkan nampak lebih cantik dari biasanya mengajaknya bercengkrama dengannya sehingga Abu Thalhah melakukan hubungan suami isteri dengan kepuasan tersendiri.

Setelah sang suami isteri ini merengkuh kepuasan dan kebahagiaan malam itu, Rumaisah tiba-tiba bertanya kepada suaminya: “bila ada orang menitipkan sesuatu kepada kita, sesuatu itu milik kita atau bukan, padahal kita amat menyenangi sesuatu itu?”.
“tentu bukan”, jawab Abu Thalhah.
Rumaisah melanjutkan pertanyaannya: “bila sesuatu itu diambil oleh yang punya bagaimana?”.
“tidak apa-apa, hak orang itu untuk mengambilnya karena memang hal itu miliknya”, jawab sang suami.
“bila sesuatu itu adalah anak kita, anak itu milik kita atau titipan?”. Tanya Rumaisah lagi.
Sampai disini, Abu Thalhah merasa ada yang aneh dengan pertanyaan isterinya itu. Karenanya ia bertanya: “apa sebenarnya maksud pertanyaanmu itu?”.
“kalau kita menyadari bahwa anak kita adalah titipan Allah SWT, maka Allah SWT telah mengambilnya, ia telah wafat menjelang maghrib tadi”, jawab Rumaisah.

Meskipun kalimat itu diucapkan sedemikian pelan dan hati-hati, hal itu telah menggetarkan hati Abu Thalhah. Menyadari kematian sang anak yang dicintai membuatnya menjadi diam dan sedih serta termenung memikirkan kejadian hari itu. Bila sang isteri berkata apa adanya sejak kepulangannya, tidak mungkin ia harus bersenang-senang dengan makan yang lezat dan melakukan hubungan suami isteri.

Namun, ia menjadi semakin cinta dan bangga kepada sang isteri atas kecerdasan hati dan pikirannya atas peristiwa ini. “isteriku ternyata telah berbuat sesuatu yang patut diteladani”, pikirnya meskipun ia hampir tidak percaya dengan apa yang dialaminya.

Setelah jenazah sang anak diurus dengan baik. Abu Thalhah merenung atas kekagumannya kepada sang isteri, ia merasa sebagai seorang suami amat tertinggal dengan isterinya dalam menyikapi sesuatu. Ia ingin berusaha untuk menjadi lebih baik dari isterinya. Maka iapun datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.

Mendengar cerita Abu Thalhah, Rasulullah SAW nampak sangat antusias, wajahnya nampak begitu gembira dengan cerita tentang keadaan umatnya yang mengagumkan. Karenanya sesudah mendengar cerita itu, Rasulullah SAW mendo’akan agar Allah SWR memberkati malam-malam berikutnya suami isteri yang tabah itu.

Kejadian ini menjadi cerita yang tersebar luas di Madinah, para suami isteri ingin memiliki ketabahan, kesabaran dan kesungguhan seperti Abu Thalhah dan Rumaisah ini. Harapan Rasulullah saw ternyata menjadi kenyataan. Suami isteri yang mulia ini dikarunia anak-anak yang tidak hanya satu, tapi tujuh anak yang mudah dididik dan dibina menjadi anak yang shaleh, bahkan anak-anak ini pun menjadi penghafal al-qur’an yang mengagumkan.

Tak ada satupun laki-laki yang tidak menginginkan istrinya atau calon istrinya seperti Rumaisah, cinta seorang lelaki tak akan perpaling sedikitpun jika istrinya atau calon istrinya seperti Rumaisah, kecuali lelaki itu bodoh. Jadilah Rumaisah, kita akan serasa tinggal di sorga sebelum sorga.

[kaskus.co.id]

Rabu, 16 Mei 2012

Line Tracer Robot

Line Tracer Robot (LTR) atau disebut robot penjejak garis adalah sebuah robot yang dapat berjalan mengikuti garis. Ada dua kategori dalam LTR, yaitu LTR tanpa diprogram dan LTR yang dapat diprogram.
Garis yang digunakan memiliki lebar tertentu (1.5 cm - 5 cm) dengan warna garis mencolok dengan warna dasar arena, misal warna garis hitam dan warna dasar arena putih.

Untuk LTR tanpa diprogram, dapat menggunakan komponen dua buah sensor, komparator tegangan analog dan pengendali motor DC (DC motor driver).

Rangkaian LTR tanpa diprogram seperti ditunjukkan pada gambar berikut :

Sensor GarisSensor Garis digunakan untuk mendeteksi perbedaan warna garis dengan warna dasar arena. Prinsip yang digunakan adalah mendeteksi banyak atau sedikitya pantulan cahaya yang diterima oleh sensor.

Sebagai sumber cahaya (Transmitter) dapat menggunakan LED (Light Emitting Diode) yang memiliki pancaran cahaya yang terang -dapat menggunakan jenis LED Superbright atau Ultrabright. Dari beberapa percobaan, LED warna merah dapat menghasilkan pantulan cahaya yang lebih baik.

Sedangkan yang digunakan sebagai penerima pantulan cahaya (Receiver) dapat menggunakan komponen fotodioda. Jika menginginkan hasil penerimaan yang paling baik, dapat menggunakan komponen fototransistor, tetapi darisisi harga komponen tersebut lebih mahal dari fotodioda.
Rangkaian sensor garis ditunjukkan pada gambar berikut :

R1 bernilai 560 ohm agar arus yang mengalir pada LED sebesar 10 mA. Pada bagian penerima, R2 bernilai 10 kilo-ohm agar saat fotodioda menerima banyak pantulan cahaya dapat menghasilkan tegangan keluaran mendekati 0 volt, sedangkan saat fotodioda tidak menerima banyak pantulan cahaya dapat menghasilkan tegangan keluaran mendekati 5 volt.
Komparator
Komparator merupakan salah satu contoh rangkaian elektronika yang menggunakan OpAmp yang berfungsi untuk membandingkan dua buah tegangan masukan. Pada perakitan elektronik robot, rangkaian ini dapat digunakan sebagai pembanding nilai keluaran dari sensor.

Komparator dapat menggunakan komponen LM339. Rangkaian komparator yang digunakan seperti ditunjukkan pada gambar berikut :

Hasil setiap pembacaan data sensor akan dibandingkan oleh dua komparator (inverting [U1B] dan non-inverting [U1A]), sehingga hasil keluaran komparator akan berkebalikan (0 volt atau 5 volt). Hal ini bertujuan untuk memberikan isyarat ke pengendali motor agar dapat menggerakkan motor ke arah maju atau mundur. Keluaran komparator hanya menghasilkan arus yang kecil, maka diperlukan pull-up resistor sebagai penguat arus. Resistor ini terpasang R4 dan R6.
 
Pengendali Motor
Pengendali motor (motor driver) adalah rangkaian komponen yang dapat mengatur kinerja putaran motor. Dengan menggunakan motor driver, pengendalian motor meliputi men-start, men-stop dan memilih arah perputaran. Selain itu dapat juga mengatur kecepatan putar motor dan mencegah terjadinya kelebihan beban arus (overload) pada motor. Penggunaan motor driver disesuaikan dengan jenis dan besar arus dari motor yang akan dikendalikan.
 
H-Bridge Motor Driver
H-Bridge adalah salah satu contoh rangkaian motor driver. Susunan dasar dari rangkaian tersebut adalah beberapa transistor yang terangkai menyerupai huruf “H”. Oleh karena itu, rangkaian tersebut dinamakan H-Bridge. Rangkaian H-bridge ditunjukkan pada gambar berikut :
 
 
Gambar di atas, motor DC akan berputar jika salah satu transistor NPN (Q3 atau Q4) dan salah satu transistor PNP (Q1 atau Q2) aktif bersamaan. Untuk membuat hal tersebut, maka perlu diaktifkannya salah satu transistor Q5 atau Q6, yaitu dengan memberikan tegangan masukan pada kaki basis (input1 atau input2).
 
Saat ini rangkaian H-Bridge motor driver telah dikemas dalam bentuk IC, seperti IC L293D dan IC L298. Masing-masing IC tersebut memiliki kemampuan menghantarkan sejumlah arus yang berbeda.
Untuk rangkaian yang menggunakan driver motor L293D, ditunjukkan pada gambar berikut :
Rangkaian keseluruhan dari Robot Line Tracer tanpa diprogram adalah sebagai berikut :

Sensor dan Transducer

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari masa ke masa berkembang cepat terutama dibidang otomasi industri. Perkembangan ini tampak jelas di industri pemabrikan, dimana sebelumnya banyak pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin, berikutnya dengan electro-mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic) seperti penggunaan Flexible Manufacturing Systems (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM) dan sebagainya.

Model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi pemabrikan sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan.

Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis.

Besaran masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik, seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan sebagainya. Untuk memakaikan besaran listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi atau sistem pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer

Sebelum lebih jauh kita mempelajari sensor dan transduser ada sebuah alat lagi yang selalu melengkapi dan mengiringi keberadaan sensor dan transduser dalam sebuah sistem pengukuran, atau sistem manipulasi, maupun sistem pengontrolan yaitu yang disebut alat ukur.

D Sharon, dkk (1982), mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya..
Contoh; Camera sebagai sensor penglihatan, telinga sebagai sensor pendengaran, kulit sebagai sensor peraba, LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya, dan lainnya.

William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas).
Contoh; generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan sebagainya.

William D.C, (1993), mengatakan alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi.
Contoh: voltmeter, ampermeter untuk sinyal listrik; tachometer, speedometer untuk kecepatan gerak mekanik, lux-meter untuk intensitas cahaya, dan sebagainya.

Selengkapnya unduh di  Sensor dan Transduser

Anjing dan Sufi

Suatu hari seorang lelaki berpakaian sufi sedang berjalan-jalan. Di tengah jalan dilihatnya seekor anjing yang tanpa sebab dan tanpa alasan dipukulnya keras keras dengan tongkat.

Anjing itu meraung kesakitan dan lari kepada guru agung Abu Said. Anjing itu rebah di dekat kaki Abu Said, sambil terus menjilati lukanya. Ia menuntut keadilan atas kekejaman lelaki berpakaian sufi itu.

Orang bijak itu mempertemukan keduanya. Kepada sufi itu Abu Said berkata, "Hai, orang yang tak berbelas kasih! Teganya engkau menyakiti makhluk malang ini. Lihatlah hasil perbuatanmu!"

Jawab sufi itu, "Sekali-kali ini bukan salahku. Aku memukulnya bukan hanya karena ia menyalak, tetapi juga karena ia telah mengotori jubahku."

Tetapi, anjing itu bersikukuh dengan pengaduannya.

Kemudian, guru tiada banding itu berkata kepada anjing, "Daripada menunggu datangnya Pembalasan Terakhir, biarlah kini aku membalas rasa sakit yang kau alami."

Kata anjing itu, "Alangkah luhur dan bijaknya engkau, guru. Ketika kulihat orang ini berpakaian seperti seorang sufi, aku mengira ia takkan menyakitiku. Seandainya kulihat seorang berpakaian biasa, seperti biasa aku akan segera menyingkir dan jalan agar ia bisa lewat. Aku telah salah sangka bahwa penampilan lahiriah menandakan batin yang suci. Jika guru hendak menghukumnya maka ambillah daripadanya jubah Orang Terpilih itu. Tanggalkan darinya pakaian Orang-orang Saleh!"

[republika.co.id]

Kisah Zaid dan Ubaid




Peluh bercucuran di dahi dua anak kecil kakak beradik. Mereka sedang bekerja menimba air di tengah terik matahari yang panas menyengat, semenjak ayahnya meninggal seminggu yang lalu, mereka rela membanting tulang bekerja kepada seorang Yahudi yang kaya raya tapi kikir dan kejam, demi membantu ibunya.


Mereka terlahir ditengah-tengah kondisi keluarga yang amat miskin. Keduanya berwajah tampan dengan rambutnya yang ikal. Sang adik kondisi tubuhnya lebih lemah dan sakit-sakitan. Wajahnya yang cekung tampak memerah oleh panasnya udara padang pasir di siang dibawah panas terik.

Ubaid sang kakak berhenti menimba dan berkata pada adiknya, ”Zaid, beristirahatlah sejenak, biar aku yang melakukan sendiri.”

Zaid tersenyum di antara wajahnya yang lelah. Dia menggelengkan kepala. ” Nggak ah nanti Tuan kita marah-marah lagi seperti kemarin.”

Ubaid berusaha membujuk adiknya, ”Tuan kita sedang pergi kok. Lagipula kamu kan sudah berkerja keras dari pagi tadi. Ayo beristirahatlah, pekerjaan ini sebentar lagi selesai.”

Akhirnya Zaid mau beristirahat. Dia berteduh dibawah sebatang pohon kurma. Tubuhnya memang selalu sakit-sakitan sejak ia lahir. Untung Ubaid adalah kakak yang baik dan sayang kepadanya. Angin berhembus pelan dan Zaid yang kelelahan itu pun tertidur tanpa terasa.



Tiba-tiba datanglah seorang lelaki gemuk menaiki keledai yang kuat. Namanya Raban, dia seorang Yahudi yang kaya raya. Dialah tuan yang memperkejakan Ubaid dan Zaid. Sifatnya kikir dan jahat, begitu melihat Zaid sedang tertidur, ia langsung naik pitam. Dijewernya telinga Zaid kuat-kuat. ” Jadi kerjamu hanya bermalas-malsan dan tidur saja seharian, hari ini kamu tidak akan dapat upah !”

Zaid kesakitan, melihat pemandangan tersebut Ubaid segera berlari mendekat. ”Jangan sakiti adikku Tuan Raban yang baik,” katanya menghiba

”Dia pemalas, dan pantas aku pukul, kalau begini terus bisa bangkrut aku !” hardik si Raban.

”Kalau Tuan mau memukul, pukullah saya sebagai gantinya.” jawab Ubaid. Tiba-tiba melayanglah tamparan keras di pipi Ubaid. Kemudian Raban mengeluarkan uang dan melemparkan ke tanah. ”Enyahlah kau pemalas !” Mereka memungut uang tersebut dan bergegas pulang.

Zaid terisak-isak. Ia sangat menyesal karena sampai tertidur. Ia kasihan melihat Ubaid, tapi ia lebih menyesal lagi, karena uang yang dibawanya pulang untuk ibunya sangat sedikit. Ah.. andai Ayah mereka belum meninggal, kehidupan mereka tidak akan sesulit ini. Namun mereka masih merasa bangga, karena mereka mempunyai ibu yang sangat bijaksana. Betapapun sedih hatinya melihat nasib anak-anaknya, ia selalu tersenyum dan selalu membuat mereka bahagia, dan tidak bosan-bosannya senantiasa mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.

Setiap malam tiba mereka merasakan suatu kesepian yang panjang, mereka merasa malam-malam berikutnya pastilah akan berlalu seperti ini terus.

Namun ternyata Allah tidak berlama-lama membiarkan mereka dalam kesedihan. Karena pada suatu malam datanglah tamu yang ternyata Paman Atib, adik kandung ibu mereka. Paman Atib itu seorang pemuda yangg gagah dan terpelajar. Dia menyempatkan singgah untuk menengok kakak dan para keponakannya.

Kedatangan pamannya membawa kebahgiaan tersendiri, persis seperti cahaya bulan yang masuk dari sela-sela jendela butut rumah mereka. Selama beberapa hari mereka tidak perlu bekerja terlalu berat, karena Paman Atib bekerja membantu untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Yang membahagiakan mereka berdua, adalah dikala setelah sholat Isya. Karena Paman Atib selalu bercerita tentang Rasulullah. Paman Atib memang pernah mengunjungi Madinah dan beberapa kali bertemu Nabi Muhammad Saw. Ubaid Zaid sangat bahagia sekali jika Pamannya bercerita mengenai Rasulullah.

Saat larut malam ketika semua mahluk terlelap, Zaid kecil terbangun. Sayup-sayup terdengar suara Paman Atib sedang melaksanakan sholat tahajud. Perlahan Zaidpun bangkit dan pergi ke sumur. Dibasuhnya tubuh yang kurus dengan air wudlu. ”Subhanallah,” ucapnya sambil mengagumi langit malam yang gemerlap. Teringat ia akan syair musafir yang pernah lewat hendak menuju Madinah, yang didendangkan dengan penuh rasa cinta.

Yaa... Muhammad...
Ini aku musafir yang terlunta-lunta...
Berjalan jauh arungi batu-batu tandus.
Tertatih-tatih menuju tempatmu berdo’a.

Lihatlah kakiku melepuh.
Rasanya sakit, Yaa...Muhammad...
Kau lihat bajuku koyak dan keringatku kering.
Betapa aku menderita, Ya... Muhammad...

Kuketuk pintu rumahmu dengan rasa malu
Kutakut aku terlalu hina untukmu
Bukalah pintumu untukku Yaa.. Muhammad...
Engkaulah sahabat dan Ayah orang-orang yang menderita.

Bukakan pintu dan kutatap wajahmu, sambil melepas tangis rindu..
Tersenyumlah padaku dan katakan ”Wahai hamba Allah...
Ini adalah rumah kasih sayangmu... Selamat datang dalam genggaman Persaudaraan Iman dan Cinta.

Perlahan Zaid berdiri disamping Paman Atid dan kemudian melakukan sholat Tahajud. Selesai sholat mereka berdua duduk menghadap jendela sambil menikmati cahaya bulan yang mempesona.

”Paman..” panggil Zaid lirih.
Paman Atib menoleh di elusnya punggung keponakkannya itu. ”Ada apa Zaid ?” tanyanya sambil tersenyum.

”Benarkah Paman besok akan pergi ?” tanya Zaid sambil tetap menatap bulan. Paman Atib terdiam sejenak. ” Ya... Zaid, Paman harus pergi...” jawabnya kemudian.
”Pergi kemana ?” tanya Zaid.
”Ke Madinah..” jawab Paman Atib.

Zaid menoleh dan menatap wajah pamannya dalam-dalam. ” Paman akan bertemu Rasulullah?” tanyanya perlahan.
Paman Atib tersenyum dan mengangguk. ”Insya ALLAH...” jawabnya.
”Apakah Rasulullah seorang yang kaya raya, Paman ?” tanya Zaid.

”Rasulullah adalah seorang Nabi, bukan seorang raja, Zaid,” jawab Paman Atib.
”Beliau tidur diatas tikar yang serupa dengan yang kita pakai. Beliau memakai pakaian seperti yang kita pakai. Beliau juga memakan makanan seperti yang kita makan, yaitu beberapa butir kurma dan segelas air. Sesekali beliau minum susu kambing itupun hadiah dari para tetangganya”.

Zaid termenung. Tadinya dia berharap bahwa Nabi akan lebih kaya daripada Raban. Tetapi kini dia tercenung. Karena kekayaan Nabi tidak lebih dari keluarganya sendiri, bagaimana mungkin seorang yang tidak kaya bisa ditaati semua orang ?, bukanlah Raban yang kaya itu tinggal mengatakan sesuatu maka semua keinginannya akan terkabul.

”Kalau Nabi bukan orang kaya, bagaimana Beliau bisa membantu kita, rakyat yang miskin ini, Paman ?” tanya Zaid keheranan.

Paman Atib tersenyum. ”Nabi kita punya kasih sayang, wahai Zaid. Dengan kasih sayang itulah Nabi menolong semua umatnya,” kata Paman Atib dengan lembut. ” Bila beliau punya sedikit kelebihan uang, akan dibagi-bagikannya kepada para fakir miskin. Beliau juga mengajarkan pada orang kaya, agar senantiasa membantu saudara-saudara mereka yang kesusahan. Kasih sayang Nabi tidak terbatas, wahai Zaid. Kasih sayang Nabi meliputi seluruh alam.”

Zaid tercenung. ”Subhanallah...” ucapnya lirih.
”Bila seseorang memberi kasih sayang, ia akan di beri kasih sayang pula oleh Allah dan orang-orang lain,” kata paman Atib

Senin, 19 Desember 2011

ORCAD

Langkah-langkah membuat jalur PCB
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1. Menata komponen dengan meminimalisasi jalur-jalur yang
    berseberangan

2. Mengganti padstack tiap komponen
    pilih komponen - Esc - View Spreadsheet - Padstacks
    perhatikan bagian-bagian yang di-blok
    layer TOP : Undefined, No Connection
    layer BOTTOM : Round -> Oblong, Pad Width 60, 90
                            Square -> Rectangle, Pad Width 60, 90

3. Untuk memastikan semua komponen sudah diubah padstack-nya,
    pilih layer BOTTOM pada layer selection, kemdudian tidak ada
    layer TOP pada tiap kaki komponen.

4. Pengaturan Auto routing
------------------------------
a. Options - System Settings
    Unit : Mils, Grid : 0, 25, 100, 25, 25

b. View Spreadsheet - Layers
    INNER1 dan INNER2 -> Unused Routing

c. Untuk melebarkan jalur, View Spreadsheet - Nets
    Ubah sesuai keperluan

d. Untuk memaksimalkan pembuatan jalur bagian bawah
    Options - Route Strategies - Route Layers
    Semua layer TOP -> NO routing Enabled

e. Memulai Routing
    Auto - Autoroute - Board

f. Apabila ingin menghapus hasil routing
   Auto - Unroute - Board

5. Pengaturan Manual Routing
----------------------------------
a. Options - System Settings
    Unit : Mils, Grid : 0, 5, 5, 5, 5

b. Untuk melebarkan jalur, View Spreadsheet - Nets
    Min Width : 12, Conn Width: 12, Max Width : 100

c. Options - Route Strategies - Route Layers
    Semua layer TOP dan BOTTOM -> YES routing Enabled

d. Menggunakan button Edit Segment Mode atau Add/Edit ROute Mode


Tombol-tombol yang digunakan dalam routing manual
--------------------------------------------------------------
W : Mengubah lebar jalur
D : Menghapus jalur yang terrouting
V : Membuat via (penghubung layer TOP dan BOTTOM)
F : Menyelesaikan jalur yang belum terrouting

Kamis, 15 Desember 2011

Sepatu bermasalah

Dua orang saleh dan terhormat pergi ke masjid bersama-sama. Orang pertama melepas sepatunya, lalu meletakkannya dengan rapi, sebelah menyebelah, di luar pintu. Orang kedua melepas sepatunya, mengimpitkan kedua alas sepatunya dan membawanya masuk ke masjid.

Terjadilah percakapan di antara sekelompok orang saleh yang duduk-duduk di dekat pintu masjid, siapa dari kedua orang tadi yang lebih saleh. “Jika orang masuk masjid telanjang kaki, bukankah lebih baik menaruh saja sepatunya di luar?” tanya seseorang.

“Tetapi tidakkah kita harus mempertimbangkan,” kata yang lain, “Bahwa orang yang membawa masuk sepatunya ke masjid mengingatkan dirinya bahwa ia sedang dalam keadaan kerendahan hati yang pantas?”

Ketika dua orang itu selesai shalat, mereka ditanyai terpisah oleh kedua kelompok yang berbeda pendapat tadi.

Orang pertama menjawab, “Aku meninggalkan sepatuku di luar dengan alasan biasa. Jika seandainya ada orang bermaksud mencuri sepatuku maka ia akan memperoleh kesempatan untuk menangkis godaan itu, dan dengan kemudahan memperoleh kebaikan bagi dirinya sendiri.”

Para pendengar sangat terkesan oleh kemuliaan hati orang saleh itu, yang menganggap harta miliknya sepele sehingga merelakan saja semuanya kepada nasib.

Orang kedua, pada saat yang sama, berkata, “Aku membawa masuk sepatuku ke masjid sebab jika kubiarkan di luar mungkin akan menggoda seseorang untuk mencurinya. Siapa pun yang menyerah pada godaan tersebut tentu akan membuatku terlibat juga dalam dosa.”

Para pendengar terkesan sungguh oleh ucapan yang saleh itu, dan mengagumi kedalaman pikiran orang suci tersebut.

Namun, ada orang lain, seorang bijaksana juga, yang hadir di tengah mereka, berseru, “Sementara kalian berdua dan para pendengarmu terlena dalam perasaan puasmu, saling berceloteh tentang ibarat yang diandaikan, ada hal-hal nyata telah terjadi.”

“Apa itu?” tanya kerumunan orang itu.

‘”Tak ada orang yang tergoda oleh sepatu itu. Tak ada orang yang tidak tergoda oleh sepatu itu. Pendosa khayalan itu tak pernah lewat. Justru seorang yang tak punya sepatu untuk dibawa masuk atau ditaruh di luar pintu, masuk ke masjid. Ia tidak menyadari pengaruh yang diberikannya atas orang-orang yang melihatnya maupun yang tidak melihatnya. Tak ada seorang pun yang memerhatikan perilakunya. Tetapi, oleh karena ketulusannya, doa-doanya di masjid hari ini secara langsung menolong orang-orang yang ingin mencuri, yang mungkin betul-betul mencuri atau tidak jadi mencuri atau memperbaiki diri mereka ketika menghadapi godaan.”

Belum jugakah kalian mengerti bahwa sekedar perilaku yang disadari, betapa pun mulia itu dalam pemandangannya, sesungguhnya tak berarti bila dibandingkan dengan pengetahuan bahwa ada sungguh-sungguh orang bijaksana yang sejati?

[republika.co.id]

Seekor anjing dan seorang sufi

Suatu hari seorang lelaki berpakaian sufi sedang berjalan-jalan. Di tengah jalan dilihatnya seekor anjing yang tanpa sebab dan tanpa alasan dipukulnya keras keras dengan tongkat.

Anjing itu meraung kesakitan dan lari kepada guru agung Abu Said. Anjing itu rebah di dekat kaki Abu Said, sambil terus menjilati lukanya. Ia menuntut keadilan atas kekejaman lelaki berpakaian sufi itu.

Orang bijak itu mempertemukan keduanya. Kepada sufi itu Abu Said berkata, “Hai, orang yang tak berbelas kasih! Teganya engkau menyakiti makhluk malang ini. Lihatlah hasil perbuatanmu!”

Jawab sufi itu, “Sekali-kali ini bukan salahku. Aku memukulnya bukan hanya karena ia menyalak, tetapi juga karena ia telah mengotori jubahku.”

Tetapi, anjing itu bersikukuh dengan pengaduannya.

Kemudian, guru tiada banding itu berkata kepada anjing, “Daripada menunggu datangnya Pembalasan Terakhir, biarlah kini aku membalas rasa sakit yang kau alami.”

Kata anjing itu, “Alangkah luhur dan bijaknya engkau, guru. Ketika kulihat orang ini berpakaian seperti seorang sufi, aku mengira ia takkan menyakitiku. Seandainya kulihat seorang berpakaian biasa, seperti biasa aku akan segera menyingkir dan jalan agar ia bisa lewat. Aku telah salah sangka bahwa penampilan lahiriah menandakan batin yang suci. Jika guru hendak menghukumnya maka ambillah daripadanya jubah Orang Terpilih itu. Tanggalkan darinya pakaian Orang-orang Saleh!”

[republika.co.id]

Persyaratan Permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Berdasarkan kawat sandi Kapolda Jatim no. KS/153/XI/2010/DIT.INTELKAM tanggal 18 Nopember 2010

Syarat pengajuan SKCK adalah sebagai berikut :
--- Menunjukkan KTP asli
--- Menyerahkan fotokopi KTP sebanyak 1 lembar
--- Menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli
--- Menyerahkan fotokopi KK sebanyak 1 lembar
--- Menyerahkan foto ukuran 4x6 berwarna sebayak 2 lembar
--- Membayar biaya administrasi senilai Rp 10.000 ,- (berdasarkan PP No. 50 tahun 2010)

Selasa, 13 Desember 2011

Cara baru hidup sehat menurut golongan darah

Golongan darah A

Metabolisme tubuh pemilik golongan darah A lebih cocok dengan hidangan vegetarian dan alami. Menu makanan yang disarankan adalah yang kurang mengandung lektin. 

Orang-orang bergolongan darah A memiliki lambung dengan kandungan lektin rendah, sehingga asupan makanan kaya lektin dapat mengganggu kesehatan lambung. 

Lektin bertumpuk dalam hidangan laut berdaging putih, seperti cumi-cumi, kakap putih, lele, ikan gabus, teri, scalop (sejenis kerang).
Makanan nabati merupakan pilihan terbaik bagi pemilik golongan darah A. Daging sapi wajib ditinggalkan. Anda boleh menyantap makanan hewani selain daging sapi dengan jumlah dan frekuensi terbatas, terutama ikan. Alternatif kedua adalah ayam kampung. Pilihlah makanan hewani yang segar; bukan olahan, kalengan, atau awetan. Jauhi sosis, corned beef, dendeng, ham, daging asap.

Tubuh bergolongan darah A secara alami memproduksi lendir lebih banyak dibandingkan golongan darah lainnya. Kondisi ini menjadikan Anda lebih berisiko mengidap alergi - terutama asma, infeksi telinga, gangguan pada saluran napas. Karena itu, susu diharamkan, karena merangsang tubuh menggenjot produksi lendir. Untuk mendapatkan manfaat nutrisi susu, Anda disarankan menggantinya dengan susu fermentasi, seperti yogurt dan kefir. Krim tanpa lemak dan keju alami (natural cheese) dibolehkan, karena
bersifat netral. Namun keju jenis apa pun hasil olahan industri wajib dipantang, karena sudah tidak alami dan dibubuhi food additives, yang merupkan toksin pemicu produksi lendir. Konsumsi telur sebaiknya dibatasi, itu pun dipilih yang organik atau telur ayam kampung.

Pemilik golongan darah A hanya perlu asupan lemak sehat dalam jumlah terbatas. Satu sendok makan minyak zaitun sehari sudah cukup. Tambahan lain lemak sehat bisa didapat dari biji kacang-kacangan (nuts) dan the biji-bijian (seeds), seperti kenari, almon, wijen, biji bunga matahari, biji labu kuning, hazelnut, kacang brasil (brazil nut). Minyak kelapa, minyak jagung, minyak kacang tanah kurang disarankan. Perbanyak kacang-kacangan dan biji-bijian, karena kaya mineral, guna memenuhi keterbatasan asupan mineral karena pola makan cenderung vegetarian.

Polong-polongan merupakan sumber protein nabati yang baik bagi golongan darah A. Namun sayangnya tidak semua jenis cocok, karena sebagian banyak mengandung lektin. Polong-polongan mengandung lektin tinggi mengganggu produksi insulin dalam tubuh pemilik golongan darah A yang secara alami kurang memiliki lektin, sehingga dapat memicu risiko diabetes. Jauhi kacang merah dan kacang tolo. Utamakan kacang hijau, miju-miju (lentil), kedelai, serta hasil olahan tradisional kedelai, terutama tempe, tahu, dan susu kedelai alami buatan sendiri.

Minggu, 04 Desember 2011

MASTER, Konsep Belajar Cepat & Menyenangkan

Motivating your mind (Memotivasi Pikiran)
Langkah pertama dalam belajar cepat adalah motivasi. Ini penting sekali. Berapa banyak orang yang berusaha untuk belajar tanpa motivasi? Mereka menganggap belajar sebagai suatu bentuk "penderitaan". Dengan sikap seperti ini bisa dibilang secara bawah sadar otak akan menolak informasi yang masuk karena dianggap negatif!
Jelas saja kita jadi sangat sulit belajar. Bandingkan dengan orang yang termotivasi, yang menganggap belajar itu seru dan mengasyikkan. Secara bawah sadar otak akan dengan senang hati mempersilakan informasi untuk masuk.
 
Acquiring the information (Memperoleh Informasi)

Ada tiga gaya belajar utama, yaitu visual (melalui penglihatan), auditori (melalui pendengaran), dan kinestetik (melalui tindakan).Kita akan lebih cepat menangkap informasi kalau kita belajar sesuai dengan gaya belajar kita. Oleh karenanya kita perlu mengenali gaya belajar yang cocok untuk kita lalu mempraktekkannya. Hasilnya kita akan lebih cepat menangkap informasi.

Searching out the meaning (Menyelidiki Makna)





Sekedar membiarkan informasi masuk sama sekali tidak cukup. Kita harus berusaha untuk mendapatkan makna dari informasi itu. Ini sama seperti mencerna informasi yang masuk sampai memahami hakikatnya luar dalam. Jadi bukan hanya menghafalkan fakta, tapi terus maju sampai memahami konteksnya dan penerapannya untuk hal-hal lain. Berapa banyak orang yang hanya berusaha menghafal fakta tanpa memahami maknanya ?

Triggering the memory (Memicu Memori)



Memahami makna merupakan hal yang sangat penting, tapi kita juga harus mampu mengingat fakta. Banyak orang yang punya daya ingat luar biasa. Contohnya ada orang Jepang yang menghafalkan angka pi sampai ribuan angka di belakang koma ! Ck…ck… (biasanya kita hanya hafal dua angka yaitu "14″ dari "3.14″). Ada banyak teknik yang bisa memudahkan kita mengingat fakta. Singkatan seperti "MASTER" merupakan salah satunya. Akan jauh lebih mudah untuk mengingat enam langkah Accelerated Learning kalau kita memakai singkatan "MASTER".
Asah kemampuan otak agan dengan hal-hal sederhana. Bisa dengan mengisi TTS,atau sekedar menghapal nomor kontak teman.

Exhibiting what you know (Memamerkan Apa yang Agan Ketahui)
Memamerkan di sini bukan berarti sok tahu. Yang dimaksud adalah kita harus berusaha membagikan ilmu kita ke orang lain. Saat membagikan ilmu ke orang lain kita justru akan mendapatkan lebih banyak lagi! Misalnya seorang guru kadang lebih cepat paham dan menguasai materi pelajarannya tentang materi pelajarannya setelah dia mengajarkannya pada murid-muridnya.
Pernah mencoba? Ajarkan ilmu yg agan dapat,niscaya agan akan terus mengingat ilmu itu.


Reflecting what you've learned (Merefleksikan Bagaimana Agan Belajar)
Nah, inilah langkah terakhir dalam konsep MASTER. Kita mesti mengevaluasi cara belajar kita. Mengapa? Sebab setiap orang punya cara belajar yang unik yang berbeda dengan orang lain. Kita mesti mengembangkan gaya belajar pribadi yang paling cocok dengan kita. Dan ini tentu tidak bisa dicapai dalam waktu semalam. Kita harus mencoba, mengevaluasi, memperbaiki apa yang kurang, lalu mencoba lagi, dan seterusnya.
Dengan terus mengevaluasi perlahan-lahan gaya belajar kita akan semakin tajam dan cocok dengan kita.


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8781507

Minggu, 13 November 2011

CVAVR 2.05.3

V2.05.3 Commercial Release
 

Compiler 
  • added support for graphic LCDs with 160x80, 160x128 resolution and Toshiba T6963C controller
  • added support for graphic LCDs with 180x32 resolution and SED1520 controller
  • modified the glcd_putchar function (graphics.h) so that it fills the spaces between the characters with the background color
  • added the GLCD_CLEARBLOCK and GLCD_SETBLOCK modes to the glcd_block function from the hardware abstraction layer for graphic LCDs

CodeWizardAVR 
  • fixed: when switching from the ATmega128 chip to ATmega103 the Mode options for External Interrupts 4 to 7 remained those of ATmega128
  • fixed: the comments for the code generated for disabling the Digital Input Buffers on AIN0 and AIN1 inputs were not correct for the ATmega48A/48PA/88A/88PA/168A/168PA/328/328P chips, altough the code itself was OK
  • fixed: entering an incorrect EBI base address resulted in an endless error message, without the possibility to correct it

Programmer
  • corrected the chip signature for the ATmega88A chip

download here






Minggu, 06 November 2011

Op-amp Komparator


Konfigurasi open-loop pada Op Amp dapat difungsikan sebagai komparator. Jika kedua input pada Op Amp pada kondisi open-loop, maka Op Amp akan membandingkan kedua saluran input tersebut. Hasil komparasi dua tegangan pada saluran masukan akan menghasilkan tegangan saturasi positif (+Vsat) atau saturasi negatif (-Vsat).

Sebuah rangkaian komparator akan membandingkan isyarat tegangan yang masuk pada satu saluran input dengan tegangan pada saluran input lain, yang disebut tegangan referensi. Tegangan output berupa isyarat tegangan high atau low sesuai dengan besar isyarat tegangan masukan yang lebih tinggi.

Besar isyarat tegangan keluaran dari komparator tidak bersifat linier secara proporsional terhadap besar tegangan input. Terdapat dua macam komparator, antara lain :

1.  Komparator Tak-Membalik (Non-Inverting Comparator)
2.  Komparator Membalik (Inverting Comparator)

Materi selengkapnya silakan diunduh di sini

Kamis, 30 Juni 2011

ABU ROBOCON 2012

 In our game, robots will be the bun-snatchers. They will travel through the Tunnel, cross the Bridge and land the Island where the Bun Tower locates. They have to snatch the “Peng On Bun” in order to achieve “Peng On Dai Gat” .Who will be the winner of the ABU Asia-Pacific Robot Contest 2012 after a great “journey” in Hong Kong? Let’s see!

 Hong Kong will be the host city of the 11th ABU Robot Contest in 2012. By then, students from the Asia-Pacific region will gather in Hong Kong, directing robots to cross Bridges and Tunnels, land the Island, climb the Bun Tower, snatch the lucky Buns and achieve “Peng On Dai Gat”. Who will be the winner of the ABU Asia-Pacific Robot Contest 2012 after a great “journey” in Hong Kong? Let’s see!
Hong Kong is hilly with a rich landscape that includes over 200 islands, leading to a particularly strong need of bridges and tunnels. Among these we have the Cross Harbour Tunnel linking up Kowloon and Hong Kong Island across Victoria Harbour, while the Tsing Ma Bridge is the world’s longest road-and-rail suspension bridge that brings Lantau Island closer to us. Thanks to these bridges and tunnels, Hong Kong now boasts a well-developed traffic network.

Sabtu, 08 Januari 2011

CodeVisionAVR v2.05.0

V2.05.0 Commercial Release
  • added ADC support for ATxmega chips in the CodeWizardAVR
  • added support for the ATmega8U2, ATmega16U2, ATmega32U2, ATmega32A chips in the C Compiler, CodeWizardAVR and Programmer
  • added support for the USB controller of the AT90USB82, AT90USB162, ATmega16U4 and ATmega32U4 chips in the CodeWizardAVR
  • added a new alphanumeric LCD library (alcd_ks0073.h) for the Samsung KS0073 controller
  • improved configuration settings for ATxmega EBI SDRAM mode
  • disabled the possibility to specify the SCK clock rate for SPI slave mode in the CodeWizardAVR for non-ATxmega devices
  • added code to clean up NVM controller command register after EEPROM write for ATxmega chips
  • fixed: when the EBI was configured in SDRAM 3P mode, the upper 4 bits of PORTJ were not set as outputs for address lines A8..A11
  • fixed: functions with __reset attribute were removed by the linker
  • fixed: added code to ensure that RAMPX=0 after clearing/initializing more than 65535 bytes of RAM in the start-up code for the ATxmega chips
  • added the missing definitions of EBI_SDCAS_bm, EBI_SDROW_bm and EBI_CS_SDSREN_bm used by the start-up code during EBI initialization for ATxmega chips
  • corrected SP initialization for ATxmega chips when calling functions with __reset attribute and external RAM enabled
  • fixed: the compiler could produce incorrect code (hardware stack unbalance) when adressing structure members in complex expressions using pointers, if the member's offset is higher than 64-sizeof(member)
  • fixed: because the ATxmega registers are not mapped to RAM, like in the rest of the AVR chips, the addresses of global variables allocated to registers R2..R14, obtained using the & operator, were not correctly passed as function arguments
  • fixed: the CodeWizardAVR for ATxmega chips incorrectly set the upper 4 bits of the USART BAUDCTRLB register for negative values of BSCALE
  • corrected the signature for the ATtiny4313 chip in the programmer
  • added new ATxmega ADC examples in the \EXAMPLES ATxmega\ADC directory
  • updated the Help topics: CodeVisionAVR C Compiler Reference|Accesing the I/O Registers and CodeVisionAVR C Compiler Reference|Bit Level Access to the I/O Registers with ATxmega specific examples
CodeVisionAVR 2.5.0

Kamis, 30 Desember 2010

USB AVRISP mkII In-System Programmer

AVRISP MKII adalah salah satu programmer mikrokontroler AVR yang menggunakan interface USB.
Perangkat ISP ini sangat memudahkan bagi pembuat rangkaian-rangkaian berbasis mikrokontroler AVR karena sudah menggunakan interface USB dan support untuk kompiler CodevisionAVR (CVAVR) dan AVRStudio.

Rangkaian untuk membuat perangkat ini adalah sebagai berikut :


Setelah membuat rangkaian tersebut dalam PCB, mikrokontroler ATMEGA8 diisikan firmware berikut :


unduh firmware di sini

Untuk memasang driver pada winXP, pasang driver berikut :

unduh driver winXP di sini

Kamis, 16 Desember 2010

Sensor Cahaya dengan Komparator Histerisis

A.   Latar Belakang
Sensor fotodioda digunakan sebagai penangkap intensitas cahaya. Tegangan keluaran sensor fotodioda masih dalam bentuk tegangan analog, sehingga untuk mengubahnya menjadi digital dapat menggunakan rangkaian ADC (Analog to Digital Converter) atau rangkaian komparator.
Penggunaan rangkaian komparator akan mengubah tegangan analog menjadi digital 1-bit. Penggunaan komparator dengan histerisis akan memberikan dua buah tegangan pembanding atau tegangan referensi. Sehingga setiap tegangan input akan dibandingkan dengan dua buah tegangan referensi tersebut.

B.   Tujuan
Tujuan dari rangkaian ini adalah menghasilkan tegangan digital 1-bit dari sensor cahaya menggunakan komparator yang mempunyai dua buah tegangan pembanding.

C.   Landasan Teori
1.    Schmitt Trigger
Schmitt trigger adalah jenis komparator dengan dua tegangan pembanding yang berbeda (Threshold voltage). Saat tegangan input melebihi tegangan batas atas (high threshold) maka tegangan komparator akan bernilai high pada model non-inverting input atau low pada model inverting input. Tegangan output akan bernilai tetap sampai tegangan input berada di bawah tegangan batas bawah (low threshold). Saat tegangan input berada di bawah tegangan batas bawah, maka tegangan ouptut akan berubah dari keadaan sebelumnya. Kondisi tegangan output high atau low bernilai mendekati tegangan positif atau negatif dari catu daya yang digunakan pada komparator [1]. Gambar 1. Menunjukkan grafik perubahan tegangan output terhadap tegangan input pada rangkaian Schmitt Trigger.
Gambar 1.
2.    Sensor Cahaya
Sensor cahaya adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Prinsip kerja dari sensor cahaya adalah mengubah energi dari foton menjadi elektron. Sebagai pemancar (transmitter) menggunakan LED (Light-Emitting Diode) ultrabright, sedangkan sebagai penerima (receiver) cahaya dapat menggunakan LDR, fototransistor atau fotodioda. [2]

D. Gambar Rangkaian

E. Analisa Rangkaian
Arus yang mengalir pada LED adalah ±10 mA. Sehingga dengan tegangan catudaya 5 Volt diperlukan resistansi sebesar :

R_LED=VCC/I_LED
R_LED=(5 V)/(10 mA)=500 Ω

Karena resistor yang bernilai 500 Ω dipasaran tidak ada, maka nilai resistor yang mendekati adalah 560 Ω.
R1 (22k) membentuk rangkaian pembagi tegangan dengan fotodioda. Sehingga tegangan keluaran hasil pembacaan sensor diumpankan ke masukan pembalik pada komparator (no.pin 6).
R2 (5k) sebagai resistor variabel yang berfungsi menetapkan tegangan referensi berkisar antara 0 Volt hingga 5 Volt.
Perhitungan dua buah tegangan pembanding adalah sebagai berikut :

Tegangan batas atas (VUT)
V_UT=(n/(n+1)×V_REF )+(V_(out(max))/(n+1))

Dimana n=R4/R3=220k/22k=10 dan VREF = 2 Volt
V_UT=(10/(10+1)×2)+(5/(10+1))=1,81+0,45=2,26 Volt

Tegangan batas bawah (VLT)
V_UT=(n/(n+1)×V_REF )-(V_(out(max))/(n+1))
V_UT=(10/(10+1)×2)-(0/(10+1))=1,81+0=1,81 Volt

Tegangan Histerisis
VH=VUT-VLT
VH=2,26-1,81=0,45 Volt

Tegangan keluaran komparator akan bernilai +Vsat = 5 V saat input komparator bernilai kurang dari VLT. Tegangan keluaran komparator akan bernilai -Vsat = 0 V saat input komparator bernilai lebih dari VUT. Jika tegangan input bernilai diantara dua tegangan tersebut, maka tegangan output yang dihasilkan adalah tegangan output sebelumnya.

F. Daftar Pustaka
[1] Ihyauddin. 2010. Op-Amp Sebagai Komparator. STIKOM Surabaya. Surabaya
[2] Ihyauddin. 2010. Pemrograman Robot Penjejak Garis Berbasis Mikrokontroler. Laboratorium Mikrokontroler STIKOM Surabaya. Surabaya.
[3] Digikey. OP906. (Online). (http://rocky.digikey.com/weblib/Optek/Web%20photos/OP906.jpg, diakses tanggal 28 Nopember 2010).

Rabu, 18 Agustus 2010

Orang Buta Jadi Korban

Suatu saat Nabi Musa bermunajat kepada Allah di Bukit Thursina. Di antara Munajat yang dilantunkannya adalah, "Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku !" Allah berkata kepadanya, "Jika Saya menampakkan keadilan-Ku kepadamu, engkau tidak akan sabar dan tergesa-gesa menyalahkan-Ku". "Dengan taufik-Mu", kata Musa, "Aku akan dapat bersabar menerima dan menyaksikan keadilan-Mu." Allah berkata, "Kalau begitu, pergilah engkau ke mata air anu! Bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi !"
Musa pergi ke mata air yang ditunjukkan kepadanya. Dia naik ke atas sebuah bukit dan bersembunyi. Tidak lama kemudian datanglah seorang penunggang kuda. Dia turun dari kudanya, lalu wudlu, dan meminum air. Setelah itu dia shalat dan meletakkan sebuah kantong di pinggirnya yang berisi uang seribu dinar.
Setelah selesai melakukan shalat, penunggang kuda tadi bergegas pergi dan sangat terburu-buru sehingga dia lupa terhadap kantongnya. Tidak lama kemudian datang seorang anak kecil untuk meminum air dari mata air itu. Ia melihat ada sebuah kantong lalu mengambilnya dan langsung pergi.
Setelah anak kecil pergi, datang seorang kakek yang buta. Ia mengambil air untuk diminum lalu wudlu dan shalat.  Setelah si kakek selesai melakukan shalat, datang penunggang kuda yang kehilangan kantongya itu. Dia menemukan kakek buta itu sedang berdiri dan akan beranjak dari tempatnya. Si penunggang kuda berkata, "Kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang di sini !" Betapa kagetnya si kakek buta itu.  Ia berkata, "Bagaimana saya dapat mengambil kantongmu sementara mataku tidak dapat melihat ?" Penunggang kuda itu berkata, "Kamu jangan berdusta ! Sebab, tidak ada orang lain selain kamu." Si kakek buta berkata, "Betul, saya berada disini sendirian. Namun, kamu kan tahu mataku tidak dapat melihat." Si penunggang kuda berkata, "Mengambil kantong itu tidak harus dengan mata, dungu ! tetapi dengan tangan ! Walaupun mata kamu tidak melotot, tanganmu tetap dapat digunakan."
Akhirnya si kakek buta itu dibunuh oleh penunggang kuda. Setelah si kakek buta dibunuh, ia menggeledahnya untuk menemukan kantongnya. Namun, ia tidak menemukannya. Maka, ia pergi meninggalkan mayat kakek buta tersebut.
Ketika Musa melihat kejadian tersebut, dia berkata, "Ya Tuhan, sungguh saya tidak sabar atas kejadian itu. Namun, saya yakin Engkau sangat adil. Kenapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi ?"
Tidak lama kemudian datanglah malaikat Jibril dan berkata, "Allah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan penjelasan-Nya kepadamu. Dia menyebutkan bahwa diri-Nya sangat mengetahui hal-hal ghaib yang tidak engkau ketahui. Dia menyebutkan bahwa anak kecil yang mengambil kantong adalah mengambil haknya. Dulu, ayahnya pernah bekerja di si penuggang kuda itu namun tidak dibayar secara zalim. Jumlah yang harus dibayarkan kepada ayah anak itu adalah sejumlah uang yang ada dalam kantong itu. Adapun kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan."